Politikus PKS: PT. PLN IP Jangan Abaikan Regulasi dan Tanggung Jawab Lingkungan

LIPUTAN.CO.ID, Bali – Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani mengapresiasi capaian peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diraih oleh PT. PLN Indonesia Power dan pihak swasta dalam sektor ketenagalistrikan.

Meski demikian, Meitri juga memberikan sejumlah catatan penting agar capaian tersebut tidak membuat pihak terkait lengah terhadap aspek regulasi dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.

“Apresiasi yang luar biasa terhadap peringkat PROPER yang dimiliki oleh Indonesia Power dan juga dari pihak swasta. Namun, jangan sampai peringkat-peringkat ini membawa kegembiraan, tapi melemahkan dan tidak sadar akan regulasi,” kata Meitri, dalam Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, di Denpasar, Bali, Minggu (26/4/2026).

Meitri menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi antara pihak swasta sebagai pengelola pembangkit listrik dan BUMN, khususnya dalam memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

Politikus PKS itu mempertanyakan, sejauh mana kerja sama tersebut dapat berlanjut, termasuk kemungkinan keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tahap berikutnya.

Selain itu, ia juga menekankan agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak bersifat sesaat atau hanya terpusat di satu titik. Menurutnya, diperlukan pembinaan berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha kecil di Bali agar dapat berkembang seiring dengan kemajuan sektor pariwisata.

“CSR tidak hanya memberi sewaktu saja atau di satu titik, tetapi harus ada pembinaan. Apalagi UMK UMK ini harus ditingkatkan, khususnya di Bali yang dikenal hingga ke tingkat dunia,” tegasnya.

Terakhir, ia juga mengingatkan pentingnya keandalan pasokan listrik di Bali sebagai destinasi wisata internasional. Ia menilai, gangguan listrik dapat berdampak langsung terhadap citra daerah. Selain itu, ia turut menyoroti masih adanya wilayah yang belum mendapatkan akses listrik secara optimal, meskipun secara umum kondisi kelistrikan terlihat sudah baik.

“Jangan sampai listrik mati saat aktivitas berjalan. Walaupun terlihat sudah terang, masih ada beberapa desa yang kurang penerangan,” pungkas Meitri.

Komentar