LIPUTAN.CO.ID, Yogyakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan urgensi pembentukan Holding BUMN Perhotelan atau HotelCo merupakan langkah konsolidasi untuk menyatukan sekitar 14 entitas hotel BUMN yang selama ini tersebar di bawah tujuh BUMN induk, menjadi satu entitas terpadu di bawah PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sebagai operator utama.
Hal itu dikatakan Andre Rosiade saat Komisi VI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membahas urgensi pembentukan Holding BUMN Perhotelan (HotelCo).
Kunker ini, kata Andre, difokuskan pada penilaian kesiapan integrasi aset hotel milik negara dalam mendukung penguatan ekosistem pariwisata nasional dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, konsolidasi ini penting untuk mengatasi tantangan struktural yang selama ini menghambat performa bisnis hotel milik negara.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian dan tantangan dalam proses konsolidasi 14 entitas hotel BUMN menjadi satu entitas terpadu atau HotelCo,” kata Andre Rosiade, dalam pembukaan Raker, di Kota Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).
Gambaran dimaksud, menurut Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat itu, mencakup penguatan merek, standarisasi layanan, hingga integrasi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas operasional.
Dikatakannya, selama ini klaster perhotelan BUMN menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya diferensiasi merek hingga kualitas pengalaman pelanggan yang belum konsisten.
“Oleh karena itu, keterlibatan PT. Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/InJourney, PT. Taman Wisata Candi (TWC), BP. BUMN, dan PT. Danantara Asset Management (Persero) menjadi krusial dalam mendukung implementasi holding tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Andre juga melihat posisi strategis DIY sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Berdasarkan data ekonomi tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY mencapai Rp208,13 triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,49%.
Meski kontribusinya secara nasional sekitar 0,88%, namun Andre Rosiade menegaskan, DIY memegang peranan vital dalam memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata internasional.
“Sektor pariwisata dan perhotelan di DIY adalah motor penggerak utama. Pembentukan holding ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal melalui sinergi dengan UMKM dan industri kreatif,” ungkapnya.
Komisi VI DPR RI, kata Andre, berpandangan, integrasi ini diproyeksikan mampu menjadikan grup hotel BUMN sebagai salah satu pemain utama di pasar domestik dengan estimasi pangsa pasar sekitar 1%.
“Langkah ini juga diharapkan mampu menghadirkan program loyalitas yang terpadu serta mobilitas talenta yang lebih efisien guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.







Komentar