Sofwan Dedy: Stimulus Sektor Transportasi Jadi Upaya Stabilkan Ekonomi Nasional

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi langkah pemerintah merilis paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, kebijakan tersebut dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi kelas menengah di tengah perlambatan ekonomi.

Menurut Sofwan, stimulus di sektor transportasi akan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada momentum libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru) 2026.

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” kata Sofwan, dalam keterangannya, Kamis, (28/5/2026)

Dijelaskannya, kebijakan stimulus tersebut mencakup sejumlah insentif, di antaranya diskon tarif tiket kereta api hingga 30 persen dan diskon tarif kapal Pelni selama musim libur sekolah dan Nataru 2026.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik pada periode yang sama.

Juga ada kebijakan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk penyeberangan yang dilayani PT. ASDP Indonesia Ferry, dan diskon airport tax PJP2U serta PJP4U masing-masing sebesar 50 persen.

Dia menilai momentum pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah tepat. Sebab, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

“Apalagi ini diberlakukan saat musim liburan, ketika secara psikologis naluri konsumtif masyarakat sedang tinggi,” kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI itu.

Sofwan mengungkap, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.

“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ujarnya.

Sofwan menegaskan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Karena itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Diskon dan insentif sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas anggota Baleg DPR ini.

Komentar