Penantian 36 tahun Timnas Peru untuk kembali berlaga di Piala Dunia dimulai saat bertemu Denmark, Sabtu (16/6) malam. Pelatih Ricardo Gareca pun tampaknya tak mau berjudi dengan menurunkan dua penyerang sekaligus. Karena dua penyerang andalan yang dimilikinya sudah beruzia cukup uzur.
Jefferson Farfan pun akhirnya harus bertugas sendirian di lini depan Peru. Sementara kapten tim Paolo Guerrero disimpan untuk dijadikan senjata rahasia di babak kedua.
Sementara Denmark tampil dengan kekuatan terbaiknya. Gelandang andalan Christian Eriksen menopang kerja N Jorgensen bersama Yurary dan Sisto
Kedua tim tampil cukup agresif sejak menit pertama. Namun, Peru berusaha menguasai lini tengah yang diisi lima pemain sekaligus. Mereka kerap berusaha menguasai bola lebih lama dengan melakukan umpan-umpan pendek cepat.
Denmark merespons dengan banyak melakukan direct pass kepada dua sayap mereka, Yurary dan Sisto. Untuk kemudian melakukan tekanan melalui sisi sayap dengan melakukan umpan-umpan berbahaya. Namun hingga 20 menit awal babak pertama belum ada peluang apik yang diciptakan kedua kubu.
Melewati 20 menit babak pertama, Denmark mulai mengubah gaya permainan mereka. Simon Kjaer dan kolega mulai lebih banyak melakukan umpan-umpan pendek, coba mengatur tempo dan intensitas pertandingan. Mereka tampaknya ingin lebih menguasai bola dibanding Peru.
Tim Dinamit sempat mendapat dua kali tendangan sudut secara beruntun. Namun dua peluang ini juga gagal dimanfaatkan secara maksimal. Belum ada gol yang teripta hingga memasuki menit 25. Seperti saat tendangan jarak jauh Delaney yang melambung di atas ada mistar dan justru mengenai kamera di belakang gawang.
Peru sendiri bermain cukup solid di laga versus Denmark. Selalu ada minimal 6-7 pemain yang berada di wilayah pertahanan saat Denmark melancarkan serangan. Sekaligus ada 4-5 pemain yang saling dukung saat menekan pertahanan Denmark.
Denmark akhirnya mendapat peluang terbaik di babak pertama melalui tendangan bebas Christian Erikssen di menit 39. Tendangan pemain Tottenham Hotspur ini tak dapat ditangkap dengan sempurna oleh Gallese. Beruntung bola rebound tersebut masih bisa ditepis berkat kesigapan Gallese.
Menjelang akhir babak pertama, Peru mendapat hadiah penalti oleh wasit. Menyusul pelanggaran yang didapat Cueva. Putusan memberi penalti ini diambil wasit setelah melakukan konsultasi dengan menggunakan VAR.
Sayang, Cueva yang maju sebagai eksekutor membuang kesempatan emas tersebut secara percuma. Tendangan Cueva melambung jauh di atas mistar Schmeichel. Cueva pun hanya bisa tertunduk saat wasit meniup peluit tanda selesainya babak pertama. Kedudulan masih imbang 0-0.
Laga berjalan dalam tempo yang lebih menarik di awal babak kedua. Terutama dilakukan oleh Denmark yang kini langsung menekan habis pertahanan Peru. Membuat Los Incas harus lebih fokus dalam menjaga wilayah pertahanan mereka.
Perlahan tapi pasti, Peru mulai bisa mengembangkan permainan mereka. Penguasaan bola Peru pun makin kuat hingga mendapat peluang terbaik di menit 55. Sayang meski ada dua pemain yang menyambut umpan Cueva, keduanya gagal mengkonversinya menjadi gol.
Justru Tim Dinamit yang mampu lebih dulu memecahkan kebuntuan. Melalui sebuah serangan balik cepat, Eriksen mampu menggiring bola mendekat kotak penalti Peru. Dengan sebuah umpan terukur bola sampai di kaki Yurary Poulsen. Dengan sedikit kontrol, Yurary pun menyarangkan bola ke dalam gawang Gallese.
Tempo langsung lebih meningkat usai gol Yurary. Peru yang tak ingin mendapatkan kekalahan di laga perdana mereka setelah absen 36 tahun langsung banyak melakukan tekanan. Terutama setelah Paolo Guerrero masuk menggantikan Flores di menit 62.
Skuad Denmark patut berterima kasih kepada penampilan Kasper Schmeichel di bawah mistar. Setidaknya ada tiga peluang emas Peru yang berhasil dimentahkankan anak kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel itu di menit-menit awal babak kedua.
Peru benar-benar membuat Denmark lebih banyak berada di wilayah mereka di sisa 25 menit pertandingan. Eriksen dan kawan-kawan hanya bisa sesekali melancarkan tekanan dan nyaris tak menciptakan peluang yang bisa memberikan ancaman bagi Peru.
Kasper menjadi salah satu sosok kunci dalam sukses Denmark mengawali Piala Dunia 2018. Tak kurang dari 5 penyelamatan berhasil dilakukannya untuk membuat gawangnya aman dari kebobolan. Baik menggunakan tangan maupun kakinya.
Menjelang akhir laga, Eriksen nyaris membuat wajah skuad Peru makin kecut. Lolos dari kawalan, pemain Tottenham Hotspur ini sempat melepaskan tembakan yang mengecoh kiper Peru. Sayang, tendangannya ternyata menyentuh bahu Gallese sehingga memantul ke arah yang menjauhi gawang.
Peru yang tak kenal lelah terus menggempur pertahanan Denmark. Namun, tak ada yang mampu berbuah gol. Hasil akhir, Denmark pun menang 1-0 atas Peru.
Susunan Pemain
Peru (4-2-3-1): 1-Gallese, 2-Rodriguez, 6-Trauco, 8-Cueva,
10-Farfan (11-Ruidias 85′), 13-Tapia, 15-Ramos, 17-Advincula, 18-Carrilo, 19-Yitun, 20-Flores (9-Guerrero 62′)
Pelatih: Ricardo Gareca
Denmark (4-3-3): 1-K Schmeichel, 4-Kjaer, 6-Christensen (13-Jorgensen 81′), 7-Kvist (19-Schoen 36′), 8-Delaney, 9-N Jorgensen, 10-Eriksen, 14-Dalsgaard, 17-Stryger, 20-Yurary, 23-Sisto (11-Braithwaite 67′)
Pelatih: Age Hareide
Wasit: Bacary Gassama (Gambia)
(fjr)







Komentar