Kupang, Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan dalam tahun 2018 pemerintah telah mengucurkan anggaran untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp12 triliun. Karena itu menurut Agun, Komisi XI DPR RI ingin memastikan kecukupan anggaran yang diterima masyarakat sebagai nasabah KUR untuk menunjang berbagai produk usahanya.
Dari hasil pantauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agun menyatakan bahwa masyarakat mengaku terbantu dengan adanya KUR.
“Dari hasil pengamatan di lapangan, masyarakat justru merasakan bahwa program KUR ini cukup banyak membantu, karena mampu mendorong komoditas yang ada di NTT seperti teh daun kelor, gula, hingga kerajinan dari kayu cendana,” ungkap Agun, usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke sentra produksi teh daun kelor di Noelbaki, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (21/1/2019).
Dari peninjauan itu, Agun menilai ada hal yang perlu menjadi perhatian kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendapatkan KUR di NTT. Menurutnya, perlu ada gerakan yang sangat besar atau massif guna peningkatan budi daya daun kelor dan kayu cendana. Terlebih lagi kayu cendana yang prosesnya membutuhkan waktu yang lama.
“Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga sudah memiliki program untuk pengembangan daun kelor dan cendana. Ternyata KUR yang diberikan oleh pemerintah, pelaksanaannya juga bersinergi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencapai Rp32 triliun dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT),” jelas politikus Partai Golkar itu.
Komisi XI DPR RI berharap agar seluruh program pemerintah itu dapat berkesinambungan dan dipertahankan, sehingga terus mendukung program KUR. “Alokasi-alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) juga harus semakin ditingkatkan, bahkan regulasinya harus semakin disederhanakan. Termasuk KUR juga harus ditingkatkan. Jika semua hal tersebut dilakukan, maka Indonesia akan bebas impor,” ujar Agun.
Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat X itu menegaskan, keberadaan KUR, diharapkan masyarakat juga dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitas mereka. Pihaknya akan memastikan program KUR dapat terus berjalan dengan baik.
“Kami juga melihat NTT membutuhkan peningkatan Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Komisi XI sudah meminta Bank Indonesia dan bank-bank lainnya, agar dapat memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat NTT,” harap Agun.
Dia tambahkan, pendidikan keterampilan SDM bagi masyarakat NTT menjadi sangat diperlukan, agar kualitas SDM dapat lebih meningkat sehingga produk-produk yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang lebih baik.







Komentar