Dorong Perkembangan Pariwisata Garut, Kemenpar Hadirkan Pasar Wisata Digital Situ Bagendit

GARUT – Geliat pariwisata Kabupaten Garut terus berkembang. Destinasinya terus dipoles. Salah satunya dengan menghadirkan Pasar Wisata Digital di Situ Bagendit, Garut. Dibuka secara resmi oleh Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI Kab. Garut, Kab. & Kota Tasikmalaya Ferdiansyah didampingi Bupati Garut Rudy Gunawan Jumat (9/8), berbagai sajian atraksi budaya mewarnai destinasi tersebut.

Dari mulai pencak silat, angklung, tari tradisional, hingga lawak khas Tanah Parahiangan hadir menghebohkan Situ Bagendit.

“Ini merupakan sebuah Komitmen dari Kementerian Pariwisata untuk membangun sebuah destinasi berkelas di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut. Karena tak dapat dipungkiri jika Garut memiliki potensi pariwisata yang luar biasa untuk dikembangkan seperti halnya Situ Bagendit,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat (9/8).

Menpar Arief menambahkan, hadirnya Pasar Wisata Digital diharapkan mampu semakin menggerakkan alur wisatawan ke Situ Bagendit. Karena konsep yang ditawarkan destinasi digital merupakan konsep kekinian. Sebuah pasar kuliner yang dipoles bergaya millenial. Spot fotonya banyak. Berbagai ornamen penghiasnya di desain khusus sehingga cantik di kamera. Kulinernya yang dijual pun bukan saja unik tetapi mencirikan kekhasan daerah.

“Siapa yang menguasai generasi millenial, dialah yang berpotensi “winning the future market. Millennials itu selalu digital, mobile, interactive. mereka selalu ingin tampil berbeda. Jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman yang inbound ke Indonesia. Dan konsep yang mereka butuhkan ada di destinasi digital,” papar Menpar Arief.

Pasar Wisata Digital Situ Bagendit memang paten. Konsepnya tidak kalah dengan destinasi digital lainnya. Gaya kekinian yang dipadukan dengan nuansa kearifan lokal memberikan nuansa tersendiri. Seperti panggung acara. Panggung tersebut dirancang khusus dengan bahan tradisional tetapi tetap kekinian. Pasar Wisata Digital juga mengikut sertakan beberapa tenant yang memiliki produk mencerminkan khas Garut. Sehingga mampu mempromosikan berbagai potensi wisata Garut.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengatakan, hadirnya destinasi digital di Situ Bagendit adalah salah satu bukti kolaborasi apik antara seluruh stakeholder yang ada. Baik itu Kemenpar, DPR RI, serta Pemerintah Daerah. Diharapkan Kab. Garut di tahun 2024 sudah melahirkan destinasi wisata berkelas dunia, tentunya dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata mampu mendorong mensejahterakan masyarakat dari kepariwisataan, dan juga turut memajukan budaya tatar Sunda melalui atraksi-atraksi yang ditampilkan di destinasi wisatanya.

“Hadirnya Pasar Wisata Digital ini ikut membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Dengan makin banyaknya wisatawan yang datang tentunya juga akan menaikkan perputaran ekonomi masyarakat Garut, melalui berbagai lini usaha pariwisata yang saling menguntungkan. Itu yang kita harapkan,” kata Ferdiansyah.

Selain itu, kata Ferdiansyah, dengan mengoptimalkan digitalisasi sudah barang tentu promosi pariwisata Garut akan makin cepat. Karena dunia digital saat ini menjadi sebuah kebutuhan primer di dunia. Seluruh lapisan masyarakat pun tersentuh digitalisasi.

“Semakin digital semakin global. Semakin digital semakin mempercepat laju pariwisata di Garut,” ujar legislator dapil Jawa Barat XI itu.

Ditempat yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan sangat bersyukur laju perkembangan pariwisata Garut terus mendapat dukungan. Baik itu dari Kemenpar dan juga DPR RI. Dengan banyaknya dukungan yang hadir diyakini akan mempercepat laju perkembangan pariwisata di Garut. Disamping itu hal ini menandakan pemerintah pusat selalu hadir di daerah.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kemenpar dan DPR RI yang selalu aktif membangun pariwisata di Garut. Ini merupakan sebuah kolaborasi yang luar biasa untuk memajukan pariwisata Garut. Dan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menjadikan pariwisata sebagai core pembangunan daerah,” pungkas Rudy yang didampingi Kadisparbud Garut
Budi Gan Gan. (*)