oleh

Fadli Zon dan Said Didu Kritik Rencana Masuknya TKA China Ke Indonesia

JAKARTA – Pemerintah Pusat berencana mengijinkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, untuk bekerja di perusahan pemurnian nikel Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada awal Juni atau Juli 2020.

Sikap Pemerintah menginjinkan ratusan TKA China ini dinilai melanggar aturan sendiri, dan terkesan menyepelekan kualitas pekerja Indonesia. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, sikap Pemerintah yang mengijinkan 500 TKA asal negeri Tirai Bambu ini sebagai hinaan terhadap akal sehat.

“Memasukkan TKA Cina ke Indonesia krn alih teknologi. Sungguh dalih yg menghina akal sehat,” kata Fadli Zon di akun twitternya @fadlizon pada, Senin (1/6).

Selain Fadli Zon, mantan Sekretaris Menteri (Sekmen) BUMN Muhammad Said Didu menilai, alasan Pemerintah memasukan TKA yang memiliki keahlian teknologi hanya alasan semata.

“Sedang masif bhw seakan2 penting sekali alih teknologi lewat investasi tambang nikel dari China,” tulis Said Didu di akun twitternya @msaid_didu.

Lebih lanjut Said Didu, Indonesia sudah memproduksi nikel dan baja sejak tahun 1960-an, dan itu dikelola oleh putra-putri terbaik Indonesia, bukan ahli teknologi dari negara luar.

“Sbg info saja bhw Indonesia produksi nikel dan baja sejak tahun 60 an dan dilakukan oleh putera-puteri Indonesia,” ucapnya di tweet yang sama.

Diketahui, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku awal bulan Juni atau Juli 2020, 500 TKA asal China yang sempat ditolak diijinkan bekerja di perusahan pemurnian nikel di Konawe, Sultra. (***)

Komentar

Loading...