Jakarta – Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti meminta Pemerintah Daerah melakukan operasi tanggap darurat berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penanganan bencana gempa M 6,2 yang terjadi di Majene, sejak Jumat (15/1/2021) yang berdampak kerusakannya sampai di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
“Operasi tanggap darurat dan koordinasi harus dilakukan secara menyeluruh baik dari sisi penyelamatan para korban, penanganan bagi para kelompok rentan, hingga pendirian rumah sakit darurat, tempat pengungsian dan dapur umum,” ujar Novita, dalam rilisnya, Sabtu (16/1/2021).
Selain itu, dia juga meminta pihak berwenang baik daerah maupun pusat untuk melakukan mitigasi bencana. Terutama daerah-daerah yang rawan atau berisiko tinggi. Secara khusus, Novita mengingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk lebih memaksimalkan informasi prakiraan cuaca.
“Mitigasi bencana itu perlu dilakukan agar dampak bencana dapat diminimalisir demi melindungi masyarakat dan mengurangi kerugian dan kerusakan jika suatu hari bencana terjadi,” tegas Novita.
Pimpinan BURT DPR RI tersebut juga menekankan pentingnya aspek protokol kesehatan dalam penanganan bencana tetap dilakukan secara ketat. “Seperti di tempat pengungsian, dapur umum harus betul-betul diantisipasi munculnya penyakit,” tegas Anggota DPR dari daerah Jawa Tengah VIII itu.
Terakhir, politisi Partai Gerindra itu menyampaikan duka atas gempa yang melanda Sulbar. “Saya turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Sulbar. Semoga korban meninggal dunia diterima amal baiknya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan Allah SWT,” pungkas Novita.







Komentar