JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapat apresiasi publik atas kinerjanya salama memimpin Kementerian BUMN.
Hal itu tercermin dari hasil survei lembaga survei Poltracking Indonesia yang menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kerja Erick Thohir berada di angka 59,4 persen, dan menjadi salah satu menteri berkinerja terbaik di Kabinet Presiden Joko Widodo.
“Tentunya kinerja yang apik ditorehkan Erick Thohir bukan sekedar kamuflase layaknya tokoh yang memoles diri untuk perhelatan politik. Erick Thohir membuktikan bahwa Presiden Jokowi sangat tepat menunjuk dirinya menjadi menteri yang mengurusi BUMN,” kata Pengamat BUMN Kiki Rizki Yoctavian saat dihubungi, Rabu (14/12).
“Menurut saya tingkat kepuasan terhadap kinerja Menteri BUMN tidak terlepas dari kerja-kerja nyata Erick Thohir dalam berbagai program dan salah satu ya yang paling dikenal masyarakat adalah transformasi BUMN,” sambungnya.
Dikatakan Rizki Yoctavian, keberhasilan Erick Thohir dalam memimpin Kementerian BUMN ini dilihat dari tiga hal. Pertama, keberhasilan transformasi BUMN yang berdampak pada peningkatan laba.
Erick berhasil juga melakukan efisiensi BUMN melalui penyederhanaan jumlah perusahaan pelat merah, dari sebelumnya 142 perusahaan pada awal 2020, hingga menyisakan hanya 41 BUMN pada awal 2022. Targetnya, akan dikonsolidasikan lagi menjadi 30 BUMN.
“Berdasarkan data Kementerian BUMN, sampai dengan kuartal III/2022 (not audited) laba bersih konsolidasi BUMN tercatat sebesar Rp155 triliun. Naik 24 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun penuh 2021 yang sebesar Rp124,7 triliun,” ujarnya.
Kedua, lanjut Rizki, Erick Thohir sukses sehatkan BUMN. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilannya merealisasikan holding BUMN yang sesuai dengan bisnis modelnya. Diantaranya, holding BUMN pariwisata, holding BUMN ultra mikro, holding BUMN perhotelan, holding BUMN pangan, holding BUMN farmasi, holding BUMN pertambangan, hingga holding industri baterai listrik.
“Ketiga adalah peran BUMN dalam masyarakat seperti program UMKM, program kebudayaan, program untuk nelayan, petani dan sebagainya,” ucapnya.
Menurut Rizki, cara kerja Erick Thohir selama memimpin Kementerian BUMN ini tidak hanya fokus pada keuntungan negara, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatkan ekonomi masyarakat.
“Erick Thohir membuktikan bahwa BUMN itu selain mencari deviden bagi negara juga berperan dalam kehidupan perekonomian masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Lebih jauh Rizki mengatakan, Erick Thohir sangat piawai dalam hal menyiapkan SDM handal, yakni dengan program AKHLAK yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif sebagai core value di lingkungan BUMN.
Selain itu, Erick juga memiliki perhatian penuh pada generasi muda dengan mendorong kepemimpinan muda di perusahaan-perusahaan BUMN
“Sangat sering kita lihat Menteri BUMN hadir di kampus untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa tentang motivasi, inovasi dan seputar BUMN. Ini dibuktikannya dengan membuka lowongan kerja di BUMN-BUMN secara massal melalui Kementerian BUMN,” ungkapnya.
Atas dasar capaian ini, kata Rizki, ketika lembaga survei Poltracking Indonesia mengeluarkan hasil surveinya dan menempatkan Erick Thohir sebagai menteri berkinerja terbaik, ini adalah semacam rapot kenaikan kelas.
“Ini untuk apa, agar menteri BUMN lebih bersemangat dalam kerja-kerja nyata membangun Indonesia kedepan,” ucapnya.
Prestasi dan pengakuan masyarakat atas kerja-kerja Erick Thohir ini dengan sendirinya akan mengkerek elektabilitasnya sebagai salah tokoh muda berpotensi di panggung Pilpres 2024.
“Kinerja Erick Thohir yang cemerlang tentunya mengerek elektabilitasnya dalam kaitannya dengan perpolitikan menjelang Pilpres 2024,” tutupnya. (***)







Komentar