PKS dan Golkar Yakin Masa Kerja Jenderal Andika Diperpanjang

Liputan.co.id, Jakarta – Anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dari Fraksi PKS dan anggota MPR RI merangkap anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono dari Fraksi Partai Golkar, yakin masa kerja perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia atau TNI akan diperpanjang dari usia 55 tahun menjadi 60 tahun.

Keyakinan tersebut terungkap dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Panglima TNI Baru dan Tantangan Ketahanan NKRI”, di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021). Bersama Abdul Kharis Almasyhari dan Dave Akbarshah Fikarno Laksono, juga hadir sebagai pembicara Pengamat Militer dari Universitas Kristen Indonesia atau UKI Sidratahta Mukhtar.

“Saya sangat yakin masa kerja Jenderal TNI Andika Perkasa diperpanjang. Khusus untuk masa jabatan atau perpanjang masa kerja perwira tinggi TNI menjadi jadi usia 60 tahun dari yang saat ini hanya 55 tahun. Bintara dan Tamtama pensiun di usia 58 tahun. Masa perwira tinggi tidak diperpanjang,” ujar Kharis.

Kalau Jenderal TNI Andika Perkasa cuma satu tahun dan satu bulan saja menjadi Panglima TNI, tentu sangat disayangkan untuk sebuah potensi yang cukup besar. “Ini feeling saya saja,” ungkapnya.

Senada, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menambahkan, kunci untuk memperpanjang masa kerja perwira tinggi TNI cukup dengan merubah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. “Insya Allah bisa diperpanjang, asal mau merubah undang-undangnya,” tegas politikus Partai Golkar itu.

Ditambahkan Dave, di Amerika Serikat, rata-rata pensiun perwira tinggi militernya juga 60 tahun. “Kalau undang-undangnya mau dirubah, DPR welcome. Silahkan pemerintah yang ajukan,” imbuhnya.

Pengamat Militer dari UKI Sidratahta Mukhtar mengatakan perubahan usia masa kerja dari 55 menjadi 58 tahun bagi Bintara dan Tamtama TNI serta penyesuaian kepangkatan merupakan lobi dari Tito Karnavian saat menjadi Kapolri dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Presiden Joko Widodo.

“Usia pensiun Bintara dan Tamtama TNI serta kepangkatan, dari 55 tahun ke 58 tahun, itu lobi Pak Tito dengan Panglima TNI kepada Presiden,” pungkasnya.[liputan.co.id]

Komentar