Publik Tak Puas dengan Kinerja Prabowo, Alarm untuk Istana

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Survei Ungkap 2 Persen Rakyat Tak Puas dengan Kerja Prabowo, Begini Respon Gerindra. Hasil survei kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto menuai respons dari DPP Gerindra. 

Meski angkanya kecil, temuan itu disebut menjadi sinyal penting untuk evaluasi pemerintahan.

Ketua Harian DPP Partai GerindraSufmi Dasco Ahmad menegaskan hasil survei yang mencatat sekitar dua persen publik tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto akan dijadikan bahan introspeksi serius. 

Menurutnya, angka tersebut tetap bermakna meski mayoritas responden menyatakan puas.

“Walaupun cuma sekitar 2-3 persen, tapi itu cukup berarti dan penting,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2). 

Wakil Ketua DPR RI itu menilai survei publik bukan sekadar angka kepuasan, melainkan instrumen evaluasi bagi pemerintah. 

Ia menyebut berbagai catatan yang muncul dari survei akan menjadi perhatian bersama.

Dasco menyoroti sejumlah masukan publik, khususnya terkait peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan sosial, yang menurutnya perlu ditindaklanjuti secara konkret.

“Justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo, untuk dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, lembaga riset Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026. 

Survei tersebut menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas.

Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun, dalam periode 15–21 Januari 2026. 

Dari jumlah tersebut, 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Burhanuddin merinci, sebanyak 13 persen responden mengaku “sangat puas”, 66,9 persen “puas”, 17,1 persen “kurang puas”, dan 2,2 persen menyatakan “tidak puas sama sekali”. Sementara itu, 0,8 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Komentar