Dini Rahmania: Waspadai Cuaca Panas Saat Berhaji

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mewaspadai serangan panas atau heatstroke selama menjalankan prosesi haji di Makkah maupun Madinah.

Selain itu, menurut Dini Rahmania, patuhi semua arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi menjaga kondisi fisik tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Hal itu dikatakan Dini Rahmania, di Jakarta, Jumat (15/5/2026), sebagai antisipasi dan mempersiapkan diri terhadap cuaca panas yang menyelimuti Kota Makkah dan Madinah.

“Jemaah harus patuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh kurang fit, karena kesehatan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” kata Dini.

Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci menjadi bagian penting dari ikhtiar ibadah. Banyak jemaah yang tetap memaksakan aktivitas di bawah terik matahari meski kondisi tubuh mulai melemah.

“Padahal, kondisi itu dapat memicu heatstroke, yakni keadaan ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebihan atau dehidrasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, heatstroke merupakan kondisi medis serius yang bisa menyerang siapa saja, terutama di tengah suhu ekstrem seperti yang terjadi di Arab Saudi saat musim haji.

Gejalanya antara lain pusing, tubuh lemas, mual, kulit terasa panas, hingga kebingungan atau kehilangan kesadaran. “Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membahayakan jiwa,” tegasnya.

Lebih lanjut, politikus Partai NasDem itu mengimbau jemaah untuk menjaga daya tahan tubuh dengan disiplin memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi selama menjalankan ibadah.

“Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” sarannya.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial resminya. Otoritas haji Arab Saudi meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas yang terus meningkat di Tanah Suci.

Dalam imbauannya, jemaah diminta rutin minum air tanpa menunggu rasa haus, menggunakan pelindung seperti payung berwarna terang, dan istirahat secara berkala di tempat teduh.

Komentar