Viral Jemaah RI Diamankan di Madinah, Komisi VIII Minta Perkuat Edukasi Budaya Arab Saudi

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, meminta pemerintah memperkuat edukasi mengenai budaya, aturan hukum, dan etika sosial Arab Saudi bagi calon jemaah haji Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Lisda menyikapi viralnya video seorang jemaah asal Indonesia yang diamankan aparat keamanan di Madinah karena diduga merekam perempuan Arab tanpa izin.

Menurut politikus Partai NasDem itu, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sebab pembekalan kepada jemaah selama ini masih lebih banyak berfokus pada tata cara ibadah dan teknis perjalanan, sedangkan pemahaman mengenai budaya dan aturan sosial di Arab Saudi belum diberikan secara optimal.

“Masih banyak jemaah kita yang belum memahami secara utuh aturan sosial dan budaya di Arab Saudi. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, bisa menjadi persoalan hukum di sana,” kata Lisda, Jumat (15/5/2026).

Dikatakannya, materi manasik haji perlu diperluas, termasuk edukasi mengenai larangan mengambil foto atau video orang lain tanpa izin. “Masyarakat Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi, terutama terhadap perempuan, sehingga tindakan merekam secara sembarangan dapat menimbulkan persoalan hukum,” ungkapnya.

Ditegaskan Lisda, meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan jemaah juga perlu menjadi perhatian. Banyak jemaah yang aktif mendokumentasikan aktivitas selama di Tanah Suci, namun belum sepenuhnya memahami batasan hukum dan etika yang berlaku di negara tersebut.

“Jangan sampai niat mengabadikan momen justru berakhir menjadi persoalan hukum. Ini yang harus benar-benar dipahami oleh jemaah kita sebelum berangkat,” katanya.

Untuk itu, Lisda minta petugas haji, pembimbing ibadah, dan ketua Kloter lebih aktif memberikan pendampingan dan pengingat jemaah mengenai budaya dan regulasi di Arab Saudi.

Ditegaskannya, perlindungan terhadap jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis, tetapi juga melalui penguatan pemahaman hukum dan etika sosial.

“Petugas jangan hanya fokus pada teknis keberangkatan dan ibadah. Pemahaman tentang budaya, aturan hukum, dan etika di Arab Saudi juga sangat penting demi melindungi jemaah kita,” ujar Lisda.

Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Barat I itu mengimbau seluruh jemaah Indonesia lebih bijak menggunakan telepon genggam selama menjalankan ibadah haji. Jangan merekam orang lain tanpa izin, terutama perempuan dan aparat keamanan setempat, guna menghindari kesalahpahaman maupun pelanggaran aturan yang berlaku.

Lisda menegaskan, ibadah haji bukan hanya soal menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan sikap dan perilaku bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

“Haji bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan negara lain,” pungkasnya.

Komentar