Suprihartini: Keteladanan Sembilan Pegawai Purnabakti Setjen DPR Selalu Terkenang

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Deputi Persidangan Sekretariat Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan pelepasan pegawai purnabakti merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi dan pengabdian para pegawai selama bertugas di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI.

Demikian dikatakan Suprihartini, saat melepas sembilan pegawai yang memasuki masa purnabakti, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

“Hari ini bukan sekadar acara perpisahan, juga bentuk penghargaan kepada Bapak/Ibu yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan waktu terbaiknya bagi Sekretariat Jenderal DPR RI,” kata Suprihartini.

Menurutnya, perjalanan pengabdian para pegawai purnabakti telah melewati berbagai tantangan dan dinamika organisasi dengan penuh tanggung jawab. Keberhasilan pelayanan dan capaian organisasi tidak terlepas dari kerja keras para pegawai di balik layar.

“Di balik setiap layanan yang berjalan baik, setiap agenda yang terlaksana dengan lancar, dan setiap capaian organisasi, terdapat orang-orang yang bekerja dengan tekun tanpa banyak sorotan,” ungkapnya.

Ditegaskannya, sosok pegawai akan dikenang bukan hanya melalui jabatan, tetapi juga melalui sikap, kedisiplinan, dan keteladanan selama menjalankan tugas.

“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Sekretariat Jenderal DPR RI, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

Dikatakannya, masa purnabakti bukan akhir dari pengabdian dan aktivitas, melainkan kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga dengan lebih tenang dan sehat.

“Masa purnabakti bukan akhir dari aktivitas dan makna kehidupan. Justru inilah waktu untuk menikmati hari dengan lebih tenang, lebih sehat, dan lebih dekat bersama keluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pegawai purnatugas, Mohammad Ibnur Kholid, mengatakan masa pensiun bukan akhir dari keterikatan emosional dengan institusi DPR RI. Ia menyampaikan setiap pegawai memiliki pengalaman, kenangan, dan ikatan batin tersendiri dengan Sekretariat Jenderal DPR RI.

Menurut Ibnur Kholid, pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga citra lembaga di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sembilan pegawai purnatugas yang dilepas, (Mohammad Ibnur Kholid, Didik Suwarko, Effie, Emi Muryani, Sri Ariyanti, Erizon, Nurkomalasari, Jalaludin, dan Dharmawan Budiharto), berkomitmen tetap menjaga nama baik DPR RI setelah memasuki masa pensiun.

“Ketika pensiun, Insya Allah kami tetap menjalankan misi itu, menjadi garda terdepan untuk menjaga citra DPR,” kata Ibnur Kholid.

Komentar