Ribuan Dokter Gagal Uji Kompetensi, Lucy Kurniasari Minta Evaluasi Fakultas Kedokteran

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 1.300 dokter dinyatakan gagal dalam uji kompetensi seharusnya menjadi evaluasi bagi perguruan tinggi yang mengelola fakultas kedokteran.

Pengelola fakultas kedokteran di Indonesia, menurut Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari, harus mencari tahu penyebab ribuan dokter yang gagal uji kompetensi, untuk mengevaluasi kurikulum dan kualifikasi pengajarnya.

Lucy mengatakan, evaluasi kurikulum fakultas kedokteran diperlukan untuk melihat kesesuaian materi uji kompetensi dengan muatan kurikulum yang berlaku.

“Kalau kurikulum tidak sesuai dengan muatan ujian kompetensi, maka seharusnya kurikulum yang ada disesuaikan dengan materi uji kompetensi,” kata Kurniasari, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ditegaskannya, evaluasi juga mengarah pada pengajarnya, karena bisa saja kurikulumnya sudah sesuai dengan muatan uji kompetensi, namun pengajarnya tak cukup kompeten untuk memberi materi tersebut.

“Akibatnya dokter tersebut pengetahuan dan skillnya tak memenuhi sebagaimana yang diinginkan uji kompetensi,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat, Kota Surabaya itu.

Dalam kondisi demikian, lanjut Lucy, berarti persoalannya ada ada pengajarnya. “Untuk itu, petinggi fakultas kedokteran mau tidak mau harus meningkatkan kompetensinya pengajarnya agar dapat memenuhi yang diinginkan kurikulum,” saran Lucy.

Selain itu, lanjut Lucy, faktor mahasiswanya juga berpeluang bermasalah. “Dengan mudahnya membuka fakultas kedokteran, bisa jadi standar calon mahasiswa semakin tidak ketat. Akibatnya, mahasiswa yang diterima bukan lagi karena faktor kemampuan tapi banyak faktor yang bukan berkaitan dengan akademik,” ungkapnya.

Hal itu, ingat Lucy, tentu dapat menghasilkan dokter yang kurang berkualitas. “Akibatnya mereka sulit mengikuti uji kompetensi yang standarnya lebih tinggi ketimbang standar kelulusannya di kampusnya,” tegas Lucy.

Anggota DPR RI asal Jawa Timur 1 ini menyimpulkan, banyak faktor yang menyebabkan dokter gagal uji kompetensi. “Karena itu, fakultas kedokteran harus mencari penyebab utamanya agar dokter gagal uji kompetensi dapat diminimalkan,” pungkas Lucy Kurniasari.

Komentar