LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna, mengkritisi gangguan pasokan listrik hingga menyebabkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah dalam Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Pemadaman bergilir itu menurut Ateng Sutisna, hendaknya menjadi pengingat pentingnya penguatan ketahanan energi nasional, guna memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik.
Karena itu, Ateng Sutisna meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga PT. PLN (Persero) menjelaskan langkah penanganan yang dilakukan sekaligus memastikan adanya strategi jangka panjang untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional.
Sebab, kata politikus PKS itu, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah dan PLN, baik untuk menjaga pasokan listrik agar bertahan dalam jangka pendek maupun mengantisipasi potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“Atas situasi ini, Kementerian ESDM dan PT. PLN perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang sedang dilakukan, baik untuk menjaga pasokan listrik dalam jangka pendek maupun untuk memperkuat ketahanan energi nasional ke depan,” kata Ateng, dalam rilisnya, Sabtu (20/6/2026).
Sebelumnya, Ateng pernah memperingatkan soal adanya kekurangan kontrak pasokan batubara untuk kebutuhan PLN tahun 2026 sekitar 20 juta ton dari total kebutuhan sebesar 154 juta ton, dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 15 Juni 2026 lau.
Secara tegas, dia mengingatkan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena ketersediaan energi primer menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian bahwa ESDM dan PLN memiliki langkah mitigasi jangka pendek, pengamanan pasokan jangka menengah, dan strategi ketahanan energi jangka panjang yang jelas. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan keyakinan bahwa sistem kelistrikan nasional dikelola secara antisipatif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Ateng mendorong ESDM dan PLN memastikan kecukupan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik serta melakukan langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Pada jangka menengah, dia menilai penguatan tata kelola pasokan batubara dan energi primer lainnya harus menjadi perhatian agar kebutuhan pembangkit listrik dapat dipenuhi secara lebih terencana supaya tidak menimbulkan kerentanan terhadap sistem kelistrikan nasional.
Secara jangka panjang, dia mendorong adanya strategi ketahanan energi yang lebih komprehensif melalui diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan energi nasional, serta pengurangan ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi tertentu.
“Masyarakat tentu berharap ESDM dan PLN tidak hanya fokus pada penanganan sesaat, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah strategis agar keandalan pasokan listrik nasional semakin kuat dan risiko gangguan serupa dapat diminimalkan,” kata Ateng.
Ditegaskannya, keterbukaan mengenai kondisi pasokan energi dan langkah perbaikannya merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola energi nasional. Baginya, keandalan listrik bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan pembangunan nasional.







Komentar