LIPUTAN.CO.ID, Surabaya – Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengatakan, PT. Permodalan Nasional Madani atau PNM memiliki peran strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan prasejahtera produktif.
Hal itu dikatakan Nawardi saat Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, ke Kantor PT. PNM Cabang Surabaya, untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pembiayaan Ultra Mikro, khususnya PNM Mekaar dan ULaMM, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bersama Ahmad Nawardi, ikut sejumlah Senator Indonesia asal Jawa Barat, Jihan Fahira, dan Senator Indonesia asal NTT Hilda Manafe. Dari pihak PT. PNM hadir Hussein, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), dan Tatang Sefi Setyono, Pimpinan PNM Cabang Surabaya.
“Program pembiayaan ultra mikro harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan kemiskinan, dan penguatan UMKM daerah. PNM perlu memastikan kualitas pendampingan dan keberlanjutan usaha nasabah,” kata Nawardi.
Sedangkan Kepala Divisi PKU PT. PNM, Hussein, menjelaskan, PNM terus memperkuat model pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan peningkatan literasi keuangan.
Ditegaskannya, karakteristik pembiayaan ultra mikro menuntut pendampingan intensif agar usaha nasabah dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Pendampingan menjadi kunci keberhasilan program. Kami juga mendorong digitalisasi usaha melalui pelatihan pemasaran daring, pembayaran non-tunai, dan pemanfaatan platform digital,” ujar Hussein.
Pimpinan Cabang Surabaya, Tatang Sefi Setyono, memaparkan perkembangan penyaluran pembiayaan PT. PNM di Jawa Timur, termasuk peningkatan jumlah kelompok Mekaar dan sebaran sektor usaha yang dibiayai.
“Kami terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan usaha nasabah. Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi,” jelas Tatang.







Komentar